Tiupan Semangat di FERION 2025: Membangun Keakraban Lewat Lomba Bola Pingpong
Sesaat
setelah seremoni pembukaan FERION 2025 yang khidmat pada Jumat pagi, 19
Desember 2025, suasana di lingkungan Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) UNESA
langsung berubah menjadi panggung penuh gelak tawa dan sportivitas. Sebagai
agenda perdana pasca-pembukaan, panitia menggelar Lomba Tiup Bola Pingpong yang
diikuti dengan antusias oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi.
Kompetisi ini bukan sekadar permainan, melainkan langkah awal untuk mencairkan
kekakuan dan merajut simpul persaudaraan di bawah langit FKP yang asri.
Lomba
yang menuntut konsentrasi tinggi ini dibagi menjadi dua kategori utama, yakni
kategori Putra dan Putri. Dengan sistem pertandingan one-on-one (satu
lawan satu) antar program studi, setiap peserta harus berjuang membawa bola
pingpong melintasi rintangan hanya dengan kekuatan napas. Ketegangan semakin
memuncak ketika pertandingan memasuki batch ketiga, di mana para finalis
menunjukkan teknik tiupan yang presisi demi membawa nama baik program studi
mereka masing-masing ke puncak klasemen sementara.
Secara
humanis, lomba tiup bola pingpong ini mengajarkan tentang kesabaran dan
pengendalian diri. Di balik kesederhanaannya, ada pesan mendalam bahwa untuk
mencapai tujuan seperti halnya menjaga ketahanan pangan diperlukan ritme yang
tepat, fokus yang tidak tergoyahkan, dan kemampuan untuk bangkit saat hambatan
menerpa. FKP UNESA ingin menanamkan bahwa keberhasilan besar selalu dimulai
dari ketekunan dalam menyelesaikan hal-hal kecil dengan penuh kegembiraan.
Ketua
Sie Acara FERION 2025, ananda Az Zahra Aulia Eka Putri, mahasiswa S1
Bioteknologi, menyampaikan bahwa esensi lomba ini adalah tentang membangun
jembatan kolaborasi. "Kami memilih lomba tiup bola pingpong ini sebagai
pembuka karena kami ingin mahasiswa melepas sekat-sekat kompetisi yang kaku. Di
sini, kita belajar bahwa meski bersaing secara satu lawan satu, kita tetap
berada dalam satu napas perjuangan yang sama untuk FKP. Harapannya, semangat
batch ketiga tadi terbawa hingga ke bangku perkuliahan, di mana kita saling
mendukung dalam inovasi dan riset pangan," ungkap Az Zahra dengan
senyum penuh semangat.
Keunggulan
FKP UNESA kembali terlihat dari cara mereka mengemas kegiatan kemahasiswaan.
Fakultas tidak hanya fokus pada kecemerlangan akademik di laboratorium, tetapi
juga sangat memperhatikan aspek soft skill dan kesehatan mental
mahasiswa. Dengan lingkungan yang suportif seperti ini, FKP membuktikan diri
sebagai institusi yang mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara
intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan kecakapan sosial yang
mumpuni untuk menghadapi tantangan zaman.
Dari
perspektif masyarakat, kegiatan yang penuh kebersamaan ini memberikan citra
positif bahwa calon-calon ahli pangan masa depan Indonesia adalah pribadi yang
rendah hati dan mampu bekerja sama. Kemampuan kolaborasi yang dipupuk sejak
dini melalui lomba-lomba organisasi seperti FERION akan berdampak besar saat
para mahasiswa ini terjun ke masyarakat nantinya. Masyarakat membutuhkan ahli
pangan yang tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu merangkul petani,
peternak, dan pemangku kepentingan lainnya dengan pendekatan yang humanis dan
komunikatif.
Pertandingan
berakhir dengan Batch 3 yang menutup rangkaian lomba tiup bola pingpong hari
itu dengan sorak-sorai penuh kegembiraan. Namun, perjalanan FERION 2025 masih
panjang. Melalui setiap tiupan napas dalam lomba tadi, terselip harapan besar
agar FKP UNESA terus menjadi garda terdepan dalam menyemai bibit-bibit pemimpin
yang inspiratif. Mari terus melangkah, satu langkah di depan, demi kedaulatan
pangan dan kesejahteraan bangsa Indonesia yang kita cintai.
Share It On: