Perceraian di Denpasar
Pendahuluan Denpasar yang dikenal sebagai kota pariwisata ternyata juga memiliki tingkat perceraian yang tinggi. Tuntutan pekerjaan di sektor pariwisata sering menyebabkan pasangan jarang bertemu. Hal ini menimbulkan jarak emosional yang memicu konflik.
Selain itu, gaya hidup modern membuat sebagian masyarakat kehilangan nilai tradisional dalam mempertahankan pernikahan.
Pembahasan Pemerintah Kota Denpasar mulai menggandeng lembaga adat untuk ikut serta dalam menyelesaikan konflik rumah tangga. Nilai-nilai lokal Bali seperti "menyama braya" dijadikan dasar dalam membina hubungan keluarga.
Program konseling pernikahan juga mulai diterapkan di tingkat desa adat. Langkah ini membantu masyarakat menemukan solusi sebelum memilih perceraian.
Penutup Pendekatan berbasis budaya lokal terbukti efektif dalam mengurangi angka perceraian di Denpasar. Kearifan lokal benteng menjadi penting dalam menjaga keharmonisan keluarga.
Dengan melibatkan adat dan lembaga sosial, Denpasar dapat menjadi contoh kota yang mengedepankan nilai kekeluargaan di tengah modernisasi.
Share It On: