Pentingnya Pangan Pengganti Nasi
oleh : Yulia Sukmawati, S.Pd
Pangan pengganti nasi dapat
menjadi pilihan alternatif yang baik bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi
nasi atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu yang membutuhkan pengaturan
pola makan. Pada kenyataannya kalori yang dihasilkan oleh nasi dapat sepadan
dengan kalori yang dihasilkan ketika kita makan umbi-umbian dan beberapa jenis
pangan lainnya seperti kentang juga jagung.
Beberapa alasan mengapa pangan
pengganti nasi perlu:
1. Kandungan gizi yang berbeda
Pangan pengganti nasi seperti
umbi-umbian, kentang, singkong, atau biji-bijian seperti quinoa, gandum, atau
barley, memiliki kandungan nutrisi yang berbeda dengan nasi. Beberapa di
antaranya memiliki kandungan serat, protein, dan vitamin yang lebih tinggi
daripada nasi, sehingga dapat memberikan variasi nutrisi yang baik bagi tubuh.
2. Pola makan yang sehat
Mengganti nasi dengan pangan
pengganti yang lebih kaya serat dan nutrisi, seperti sayuran, dapat membantu
menjaga kesehatan pencernaan dan mengurangi risiko penyakit seperti obesitas,
diabetes, dan penyakit jantung.
3. Ketersediaan yang lebih
beragam
Dengan memperkenalkan pangan
pengganti nasi yang berbeda, kita dapat mengeksplorasi ragam jenis makanan yang
lebih banyak dan beragam, sehingga dapat memberikan variasi dan kelezatan dalam
pola makan sehari-hari.
4. Dukungan terhadap
keberlanjutan
Dalam beberapa kasus, pengganti
nasi seperti kentang, singkong, atau jagung, dapat ditanam secara berkelanjutan
di daerah-daerah yang tidak cocok untuk menanam padi. Dengan demikian,
penggunaan pangan pengganti nasi juga dapat mendukung keberlanjutan pertanian
dan lingkungan.
Meskipun demikian, perlu diingat
bahwa nasi juga merupakan sumber makanan yang penting bagi masyarakat Indonesia
dan di banyak negara di dunia. Penting untuk memperhatikan porsi dan variasi
dalam pola makan sehari-hari, serta memilih jenis nasi dan cara memasak yang
sehat dan sesuai dengan kebutuhan tubuh kita
Sumber: Lokadesa.com
Share It On: