MELAWAN STUNTING DENGAN PROTEIN HEWANI: PERAN STRATEGIS SEKTOR PETERNAKAN
Heni Natalia Aritonang, S.Pt., M.Pt.
MELAWAN STUNTING DENGAN PROTEIN HEWANI: PERAN STRATEGIS SEKTOR PETERNAKAN
Melawan Stunting dengan Protein Hewani: Peran Strategis Sektor Peternakan
Menuju Generasi Sehat, Cerdas, dan Berdaya Saing
Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai usia. Lebih dari itu, stunting adalah ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki daya tahan tubuh rendah, perkembangan kognitif terhambat, serta produktivitas yang menurun saat dewasa. Di sinilah protein hewani memegang peran kunci sebagai solusi nyata dan berkelanjutan.
Protein Hewani: Fondasi Gizi untuk Tumbuh Kembang Optimal
Protein hewani, seperti telur, daging, dan susu mengandung asam amino esensial yang lengkap dan mudah diserap oleh tubuh. Zat gizi ini sangat dibutuhkan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), masa emas pertumbuhan anak yang menentukan kesehatan jangka panjang. Selain protein berkualitas tinggi, pangan hewani juga kaya akan zat besi, zinc, vitamin B12, dan kalsium yang berperan penting dalam pembentukan sel, perkembangan otak, serta penguatan sistem imun.
Telur, misalnya, dikenal sebagai sumber protein hewani yang terjangkau dan padat gizi. Sementara itu, susu dan produk olahannya mendukung pertumbuhan tulang dan gigi, dan daging menjadi sumber zat besi heme yang efektif mencegah anemia, salah satu faktor risiko stunting.
Sektor Peternakan: Garda Depan Pencegahan Stunting
Sektor peternakan memiliki posisi strategis dalam memastikan ketersediaan dan akses protein hewani yang berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, peternakan tidak hanya menghasilkan pangan bergizi, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan ekonomi lokal, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Inovasi dalam sistem peternakan, peningkatan kualitas pakan ternak, serta pengembangan peternakan berbasis masyarakat menjadi kunci agar produk hewani berkualitas dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk daerah rentan stunting.
Dari Kandang ke Meja Makan: Kolaborasi untuk Generasi Sehat
Upaya melawan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara sektor kesehatan, gizi, pendidikan, dan peternakan. Edukasi gizi kepada keluarga, khususnya ibu dan calon ibu, harus berjalan seiring dengan peningkatan produksi dan distribusi pangan hewani yang aman, halal, dan terjangkau.
Ketika anak-anak Indonesia mendapatkan asupan protein hewani yang cukup dan berkualitas, kita tidak hanya mencegah stunting, tetapi juga sedang menyiapkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan kompetitif di masa depan.
Saatnya Bertindak
Melawan stunting adalah investasi jangka panjang bangsa. Dengan mengoptimalkan peran sektor peternakan dan memperluas akses protein hewani, kita mengambil langkah nyata menuju Indonesia yang lebih kuat dimulai dari piring makan keluarga.
Protein hewani bukan sekadar makanan, tetapi kunci masa depan generasi.
Share It On: