FKP UNESA Mantapkan Langkah Menuju Konferensi Internasional
Langkah Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk memperluas kontribusi keilmuan ke tingkat global terus diperkuat melalui Tindak Lanjut Pendampingan International Conference FKP oleh Direktorat Inovasi, Pemeringkatan, dan Publikasi Ilmiah (IPPI) UNESA yang dilaksanakan pada 29 Agustus 2026. Pada kesempatan ini, tim International Conference FKP (ICoBioSFS) yang dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang I FKP, Prof. Isnawati, memantapkan langkah untuk finalisasi rencana pelaksanaan melalui diskusi mendalam bersama Dr. Binar Kurnia Prahani dari Direktorat IPPI UNESA di ruang virtual Zoom. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan penyelenggaraan konferensi internasional FKP yang nantinya juga digelar secara daring melalui ruang virtual Zoom sekaligus menjadi ruang koordinasi untuk memastikan agenda ilmiah yang dipersiapkan fakultas memiliki kualitas akademik, tata kelola, dan daya jangkau yang semakin baik. Langkah tersebut melanjutkan berbagai persiapan FKP sebelumnya yang diarahkan untuk membangun konferensi sebagai ruang bertemunya gagasan dan kepakaran lintas negara dalam bidang biosains serta sistem pangan berkelanjutan.
Pendampingan bersama Direktorat IPPI menjadi penting karena konferensi internasional bukan hanya tentang menyelenggarakan sebuah forum, tetapi juga bagaimana FKP membangun ekosistem ilmiah yang mampu mempertemukan peneliti, akademisi, mahasiswa, serta mitra dari berbagai latar belakang. Melalui proses pendampingan dan koordinasi, berbagai aspek persiapan dapat ditinjau secara lebih terarah, mulai dari penguatan kualitas publikasi, jejaring akademik, kesiapan teknis, hingga strategi agar hasil konferensi memiliki jangkauan dan kebermanfaatan yang lebih luas. Bagi FKP, proses tersebut merupakan bagian dari perjalanan untuk menghadirkan ruang pertukaran pengetahuan yang tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi riset dan inovasi yang menjawab persoalan pangan di tingkat lokal maupun global.
"Pendampingan bersama IPPI ini menjadi kunci penting bagi tim ICoBioSFS dalam memastikan seluruh persiapan teknis maupun substansi ilmiah berjalan sesuai standar internasional. Melalui gelaran ICoBioSFS 2026 mendatang yang dilaksanakan secara virtual via Zoom, kami berkomitmen untuk menyediakan wadah bereputasi bagi para peneliti dunia dalam mempercepat lahirnya inovasi sistem pangan dan biosains yang berkelanjutan," ujar Prof. Isnawati, Wakil Dekan Bidang I FKP UNESA.
Lebih jauh, proses pendampingan ini membawa nilai yang melampaui kepentingan akademik semata. Penguatan kualitas pendidikan dan penelitian memberi ruang bagi lahirnya pengetahuan baru; pengembangan inovasi membuka peluang hadirnya teknologi dan solusi yang lebih relevan; sementara jejaring internasional memperluas kesempatan bagi sivitas akademika untuk belajar dan bekerja bersama komunitas ilmiah dunia. Ketika tema-tema biosains dan sistem pangan berkelanjutan menjadi bagian dari pertukaran gagasan, manfaatnya dapat menjangkau isu kesehatan dan gizi, ketahanan pangan, pemanfaatan sumber daya yang lebih bertanggung jawab, pengembangan teknologi, hingga perlindungan lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini secara substantif bersinggungan dengan sedikitnya tujuh ranah pembangunan, yakni pendidikan berkualitas, kesehatan dan kesejahteraan, ketahanan pangan, inovasi dan infrastruktur pengetahuan, pengurangan kesenjangan akses terhadap pengetahuan, konsumsi serta produksi yang lebih bertanggung jawab, dan kemitraan global. Arah tersebut juga sejalan dengan rekam kontribusi FKP dalam ekosistem pembangunan berkelanjutan UNESA, termasuk pada penguatan kemitraan dan isu kesehatan.
Bagi FKP UNESA, keterlibatan Direktorat IPPI dalam proses pendampingan sekaligus menunjukkan bahwa keunggulan fakultas dibangun melalui ekosistem yang saling menguatkan. FKP tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang memahami persoalan pangan, tetapi juga membangun budaya ilmiah yang berani berdialog dengan dunia, menguji gagasan melalui kolaborasi, dan menerjemahkan hasil penelitian menjadi solusi yang dapat digunakan masyarakat. Dalam konteks tersebut, konferensi internasional dapat menjadi jembatan antara ruang akademik dan kebutuhan nyata masyarakat: riset mengenai pangan dapat memperkaya kebijakan, inovasi dapat mendorong praktik yang lebih baik, dan pertukaran pengetahuan dapat membantu menghadirkan pendekatan baru terhadap persoalan kesehatan, lingkungan, produksi pangan, serta kesejahteraan.
Tindak lanjut pendampingan pada 29 Agustus 2026 akhirnya menjadi bagian dari perjalanan FKP UNESA untuk membuka ruang yang lebih luas bagi ilmu pengetahuan dan kolaborasi. Setiap tahapan persiapan yang dilakukan hari ini merupakan investasi untuk membangun konferensi yang kredibel, inklusif, dan berdampak, sekaligus memperkuat posisi FKP sebagai bagian dari komunitas akademik global. Dari ruang koordinasi tumbuh jejaring, dari jejaring lahir kolaborasi, dan dari kolaborasi terbuka peluang menghadirkan inovasi yang lebih dekat dengan kebutuhan manusia. FKP UNESA terus meneguhkan langkah bahwa ketahanan pangan bukan hanya persoalan menyediakan pangan, tetapi juga tentang menghadirkan pengetahuan, teknologi, kesehatan, keberlanjutan, dan kemitraan yang mampu menjaga kehidupan generasi hari ini sekaligus menyiapkan masa depan.
Share It On: