Sinergi Pimpinan FKP Wujudkan Kampus Modern dan Swasembada Pangan Mini
Fakultas
Ketahanan Pangan (FKP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuktikan bahwa
pengembangan institusi harus dilakukan secara seimbang, memadukan aspek
fasilitas pendukung modern dengan komitmen terhadap lingkungan hidup dan
kedaulatan pangan. Pagi hari ini, 07 November 2025, sebuah sinergi kepemimpinan
terjadi di FKP, saat Wakil Dekan Bidang II, Dr. Ahmad Ajib Ridlwan, M.SEI.,
dan Wakil Dekan Bidang I, Prof. Dr. Isnawati, M.Si., berkolaborasi
mewujudkan fasilitas kampus yang lebih baik.
Kolaborasi
ini fokus pada dua aspek vital: memperluas kenyamanan fasilitas parkir dan
mengoptimalkan potensi lahan untuk pertanian. Dr. Ahmad Ajib Ridlwan, sebagai
penanggung jawab sarana prasarana, melakukan inspeksi intensif terhadap proses pengerjaan
pemasangan paving area yang akan dijadikan pengembangan lahan parkir
yang luas. Aksi ini memastikan vendor jasa pembangunan bekerja sesuai
standar dan target, menunjukkan efisiensi FKP dalam manajemen aset fisik.
Pada
saat yang sama, Prof. Dr. Isnawati, M.Si., yang merupakan pakar ketahanan
pangan, bergerak di area yang berbeda namun saling melengkapi. Beliau melakukan
identifikasi untuk penghijauan serta lahan kebun di area lapangan FKP.
Tujuan dari identifikasi ini adalah merintis pembangunan Ruang Terbuka Hijau
(RTH) yang tidak hanya berfungsi sebagai estetika lingkungan, tetapi juga
sebagai lahan pertanian produktif.
Keunggulan FKP terletak pada filosofi pengembangan ini: Lahan parkir yang luas meningkatkan kenyamanan sivitas akademika dalam beraktivitas, sementara Ruang Terbuka Hijau menciptakan lingkungan kampus yang asri dan sehat. Melalui integrasi ini, FKP mengajarkan bahwa modernisasi dan kenyamanan fasilitas (diurus oleh WD II) harus berjalan beriringan dengan komitmen terhadap keberlanjutan dan Ketahanan Pangan (diinisiasi oleh WD I).

Rencana pembangunan Ruang Terbuka Hijau ini memiliki tujuan strategis: menjadikannya rintisan swasembada pangan mini bagi sivitas akademika FKP. Lahan kebun yang akan dibangun diharapkan mampu menyediakan kebutuhan sayuran atau komoditas pangan lain bagi seluruh warga kampus. Praktik ini sekaligus berfungsi sebagai laboratorium alam yang akan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa secara langsung.
Dari
perspektif dampak keberadaan FKP bagi masyarakat, sinergi pimpinan dalam proyek
ini mengirimkan pesan kuat tentang model kampus yang ideal. FKP
menunjukkan kepada publik bahwa sebuah institusi pendidikan dapat
menyeimbangkan kebutuhan infrastruktur modern dengan komitmen ekologis. Model
ini dapat menginspirasi pembangunan kawasan perkotaan lainnya untuk
mengalokasikan ruang terbuka hijau yang juga memiliki fungsi produktif.
FKP
Unesa optimistis bahwa dengan kolaborasi yang harmonis antara bidang akademik
dan non-akademik ini, visi untuk menciptakan kampus yang nyaman, asri, dan
mandiri pangan akan segera terwujud. FKP berkomitmen penuh untuk terus
membangun infrastruktur yang mendukung kualitas pendidikan, memastikan setiap
sudut fakultas tidak hanya menjadi tempat belajar yang unggul, tetapi juga
menjadi percontohan swasembada pangan di lingkungan perkotaan.
Share It On: