Membawa Semangat Kolaborasi: FKP Unesa Resapi Hasil KPPTI 2025 Menuju Kampus Berdampak
Jumat
21 November 2025, Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025
diakhiri dengan upacara penutupan yang megah di Gedung Graha Universitas Negeri
Surabaya. Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Unesa tidak hanya hadir, tetapi
terlibat secara penuh. Dipimpin langsung oleh Dekan Prof. Dr. Nining Widyah
Kusnanik, M.Appl.Sc., bersama Wakil Dekan I Prof. Dr. Isnawati, M.Si.,
Wakil Dekan II Dr. Ajib, dan jajaran Koordinator Program Studi, FKP
hadir untuk meresapi setiap rekomendasi kebijakan yang dihasilkan forum
strategis ini.
Acara
penutupan yang berlangsung di venue utama, Graha Unesa, menjadi puncak
dari tiga hari diskusi intensif yang dihadiri oleh para pemimpin perguruan
tinggi, menteri, dan pakar. Forum ini, yang mengusung tema “Kampus
Berdampak: Konsolidasi dan Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi Menuju
Indonesia Emas 2045”, berfokus pada pentingnya kolaborasi, inovasi riset
yang terhilirisasi, dan transformasi digital. Kehadiran delegasi FKP, termasuk
mahasiswa yang bertugas, menunjukkan FKP adalah bagian integral dari masa depan
pendidikan tinggi nasional.
Sesi penutupan disemarakkan oleh ringkasan hasil konferensi dan pidato inspiratif dari tokoh-tokoh kunci, termasuk Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Dikti). Pesan yang paling ditekankan adalah urgensi bagi setiap kampus untuk tidak lagi berkompetisi dalam isolasi, melainkan berkolaborasi secara masif untuk menghasilkan inovasi yang langsung dapat mengatasi permasalahan bangsa. Hasil konkret yang dinantikan adalah "Surabaya Message" yang akan menjadi panduan strategis bagi PTN/PTS se-Indonesia.

FKP Unesa menemukan relevansi penuh dalam tema KPPTI 2025. Visi FKP, yaitu mewujudkan ketahanan pangan, secara langsung berkontribusi pada salah satu pilar Indonesia Emas 2045. Keikutsertaan pimpinan dan dosen, seperti Prof. Isnawati yang memiliki riset solusi lahan gambut, menegaskan bahwa FKP telah lama mengaplikasikan konsep 'Kampus Berdampak' melalui Tridharma yang berorientasi pada masyarakat. FKP adalah simpul inovasi yang fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar bangsa.
Dekan
FKP, Prof. Nining Widyah Kusnanik, menyampaikan bahwa forum KPPTI adalah
momentum penting untuk memantapkan strategi fakultas. "Setelah
mendengarkan arahan dari Mendiktisaintek dan Dirjen Dikti, kami semakin mantap
bahwa masa depan pendidikan tinggi terletak pada kolaborasi lintas sektor. Bagi
FKP, ini berarti memperkuat sinergi dengan industri pertanian, petani, dan
pemerintah daerah agar setiap hasil riset kami tidak berhenti di jurnal,
melainkan tereksekusi menjadi produk dan solusi nyata di desa-desa," Ujar
Prof. Nining.
Dari
perspektif dampak keberadaan FKP bagi masyarakat, keterlibatan pimpinan
fakultas dalam forum kebijakan sepenting KPPTI menjamin bahwa suara dan
kebutuhan sektor pangan di akar rumput akan terwakili dalam perumusan kebijakan
pendidikan tinggi nasional. Dengan networking yang terjalin selama
konferensi, FKP dapat membawa pulang mitra baru, standar kurikulum yang lebih
baik, dan peluang magang global, yang pada akhirnya akan menghasilkan lulusan
yang lebih kompeten dan mampu menyelesaikan masalah pangan masyarakat.
Penutupan
KPPTI 2025 bukan sekadar ritual seremonial, tetapi penanda dimulainya babak
baru. Seluruh sivitas akademika FKP Unesa membawa pulang semangat kolaborasi,
inovasi, dan dampak. Dengan pimpinan yang visioner dan mahasiswa yang
aktif, FKP berjanji akan terus menjadi fakultas yang secara konsisten menerjemahkan
ilmu pengetahuan menjadi aksi nyata, memastikan Indonesia memiliki fondasi
ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Share It On: