Laboratorium FKP UNESA Menjadi Sentra Uji Mutu Global Riset WAEJUC: Menjamin Keamanan Daging Sapi
Jumat,
12 Desember 2025, Laboratorium Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) UNESA kembali
menegaskan peran strategisnya di kancah riset global. Laboratorium FKP hari ini
memfasilitasi pelaksanaan uji mikrobiologi kualitas daging sapi, yang
merupakan bagian krusial dari penelitian kolaboratif berskala internasional
bertajuk WAEJUC (West-Australia and East-Java University Collaboration).
Penelitian WAEJUC adalah sinergi akademik yang sangat bergengsi, melibatkan empat institusi ternama: FKP UNESA, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Trunojoyo Madura (UTM), dan Edith Cowan University (ECU) dari Australia. Kolaborasi ini bertujuan mendalami berbagai aspek ketahanan pangan dan kualitas gizi, khususnya pada komoditas strategis seperti daging sapi. Keterlibatan FKP menunjukkan kepercayaan mitra internasional terhadap kapabilitas riset FKP yang baru berdiri.

Uji
yang dilaksanakan di laboratorium FKP berfokus pada aspek mikrobiologi untuk
memastikan standar kualitas dan keamanan daging sapi yang diteliti. Pengujian
ini penting untuk mengidentifikasi keberadaan mikroorganisme tertentu yang
dapat memengaruhi kualitas gizi, umur simpan, hingga keamanan pangan. Data yang
dihasilkan dari uji ini akan menjadi dasar ilmiah yang kuat untuk rekomendasi
kebijakan dan praktik terbaik di sektor peternakan, yang pada akhirnya menjamin
daging yang dikonsumsi masyarakat aman.
Keunggulan
FKP UNESA terletak pada infrastruktur laboratorium yang dirancang untuk riset
pangan modern. Laboratorium mikrobiologi FKP dilengkapi dengan peralatan
mutakhir yang mampu memberikan hasil pengujian yang akurat dan tervalidasi,
setara dengan standar laboratorium mitra internasional. Ketersediaan fasilitas
canggih ini memungkinkan penelitian kolaborasi WAEJUC berjalan efisien tanpa
harus mengirim sampel ke luar negeri.
Melalui
partisipasi aktif dalam riset WAEJUC, FKP membuktikan dirinya sebagai sentra
riset dan uji mutu pangan yang siap bersinergi secara global. FKP tidak
hanya menyediakan tempat, tetapi juga keahlian sumber daya manusia yang teruji
dalam metodologi pengujian pangan. Peran ini mengukuhkan posisi FKP sebagai problem
solver yang berorientasi pada peningkatan standar keamanan pangan dan gizi
di Indonesia.
Wakil
Dekan Bidang I FKP, Prof. Dr. Isnawati, M.Si., menekankan bahwa peran
laboratorium ini adalah manifestasi komitmen FKP. "Kolaborasi WAEJUC
ini adalah bukti nyata bahwa FKP, meskipun muda, mampu memberikan kontribusi
krusial dalam riset pangan berkelas dunia. Fasilitas laboratorium kami
dirancang untuk menghasilkan data yang valid dan terpercaya. Jaminan keamanan
pangan melalui pengujian mikrobiologi yang ketat adalah tanggung jawab utama
kami, dan melalui riset ini, kami memastikan bahwa inovasi FKP memberikan
kontribusi nyata pada peningkatan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat,"
tegas Prof. Isnawati.
Hasil
dari penelitian WAEJUC yang didukung oleh uji laboratorium FKP ini pada
akhirnya akan bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Data akurat
mengenai kualitas daging sapi akan digunakan untuk merumuskan praktik
peternakan yang lebih baik, menjamin ketersediaan pangan bergizi yang aman dan
terjangkau. FKP UNESA berkomitmen, bahwa setiap penelitian dan kolaborasi
internasional yang dilakukan harus menghasilkan dampak nyata bagi kesejahteraan
dan kedaulatan pangan bangsa.
Share It On: