FKP Unesa Tancap Gas Riset: Rakor Persiapan Proposal RIKUB 2026 Digelar di Auditorium
Setelah
memastikan kebugaran fisik melalui senam pagi, sivitas akademika Fakultas
Ketahanan Pangan (FKP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) langsung mengalihkan
fokus pada peningkatan kualitas Tridharma. Pagi ini, Jumat 14 November 2025,
Wakil Dekan Bidang I, Prof. Dr. Isnawati, M.Si., memimpin Rapat
Koordinasi (Rakor) persiapan pengajuan proposal Program Riset Konsorsium
Unggulan Berdampak (RIKUB) Tahun Anggaran 2026.
Rakor
strategis ini dilaksanakan di Ruang Auditorium Kampus 3 Fakultas Ketahanan
Pangan, menandakan keseriusan FKP dalam mempersiapkan diri menghadapi
kompetisi riset tingkat nasional. Program RIKUB sendiri merupakan inisiatif
bergengsi dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, yang menargetkan
penelitian-penelitian transformatif dan memiliki dampak signifikan bagi
pembangunan.
Dalam Rakor, Prof. Isnawati secara tegas mendorong seluruh Koordinator Program Studi (Prodi) dan dosen selingkung FKP untuk mempelajari panduan RIKUB. Beliau menekankan bahwa ajang ini adalah kesempatan emas bagi dosen FKP untuk meningkatkan poin Tridharma, khususnya di bidang penelitian. Hal ini sekaligus menjadi bukti komitmen pimpinan dalam menciptakan iklim akademik yang kompetitif dan berorientasi hasil.

Keunggulan FKP dalam mengikuti RIKUB adalah potensi konsorsium multidisiplin yang sangat kuat. Mengingat ilmu Ketahanan Pangan mencakup hulu hingga hilir (Akuakultur, Nutrisi, Teknologi Pangan, Manajemen), konsorsium riset yang dibentuk oleh dosen FKP mampu menawarkan solusi yang komprehensif. Sebagai contoh, riset mengenai diversifikasi pangan lokal dapat dikerjakan bersama oleh ahli budidaya, ahli gizi, dan ahli manajemen rantai pasok.
Pengajuan
proposal RIKUB ini memiliki tujuan ganda: meningkatkan prestasi institusi
dan memperluas jaringan riset. Melalui skema konsorsium, dosen FKP
didorong untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan mitra strategis lain
di luar Unesa. Jaringan riset yang kuat akan mempermudah FKP dalam mentransfer
ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menarik pendanaan yang lebih besar di
masa depan.
Dari
perspektif dampak keberadaan FKP bagi masyarakat, keberhasilan mendapatkan hibah
RIKUB akan menghasilkan inovasi yang langsung menyentuh kehidupan publik.
Riset yang unggul dan berdampak akan menciptakan produk pangan baru yang lebih
bergizi, model bisnis yang lebih efisien bagi UMKM pangan, dan solusi
lingkungan untuk keberlanjutan sumber daya, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas
hidup dan kemandirian pangan masyarakat.
Rapat
koordinasi persiapan RIKUB ini menunjukkan bahwa FKP Unesa adalah institusi
yang bergerak cepat dan strategis, tidak hanya berfokus pada kegiatan rutin,
tetapi juga pada pencapaian strategis di tingkat nasional. FKP
berkomitmen penuh untuk menjadi motor penggerak riset pangan yang
transformatif, memastikan bahwa ilmu yang dihasilkan dari Auditorium ini
dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Ketahanan Pangan Indonesia
yang berdaulat.
Share It On: