FKP Menuju Rekognisi Global: Bedah Model Kemitraan Internasional dari Kemdiktisaintek
Sabtu
22 November 2025, langkah strategis Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Unesa untuk
menembus rekognisi internasional semakin mantap. Tim FKP hadir dalam FGD
penting yang diselenggarakan oleh Direktorat Unesa Global Engagement. Fokus
utama adalah menyimak paparan dari Bapak Suryo Boediono, S.T., M.B.A.,
Ketua Tim Kerja Sama Luar Negeri Biro Perencanaan dan Kerja Sama
Kemdiktisaintek, dengan materi bertajuk “Model Kemitraan Global yang
Berdampak: Grant Internasional, Joint Research, dan Mobility untuk Mendukung
Reputasi Global Kampus."
FGD
ini berlangsung di Auditorium Lantai 9 Gedung LPSP Kampus Unesa 2 Lidah
Wetan, dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja
Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko,
S.Pd., M.Kes. Pembukaan tersebut menegaskan bahwa akselerasi reputasi
global universitas harus didasarkan pada implementasi best practice
kemitraan yang terarah, efisien, dan memiliki dampak nyata.
Bapak
Suryo Boediono memaparkan secara sistematis tiga pilar utama kemitraan global
yang berdampak: Grant Internasional sebagai sumber pendanaan riset kelas
dunia, Joint Research yang menghasilkan publikasi bereputasi tinggi, dan
Student/Staff Mobility yang memperkaya pengalaman akademik dan budaya.
Model kemitraan ini bertujuan untuk memastikan setiap kerjasama luar negeri
tidak hanya berhenti pada penandatanganan MoU/MoA, tetapi menciptakan luaran
yang meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan daya saing global.
Prestasi
FKP Unesa dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) 6, di mana fakultas ini menempati
peringkat ke-4 dari 14 fakultas, menjadi modal kuat dalam diskusi FGD
ini. IKU 6 FKP yang berfokus pada kemitraan dengan mitra kelas dunia
membuktikan bahwa program studi di FKP telah berhasil mengimplementasikan
beberapa pilar kemitraan global. Kehadiran tim FKP memastikan strategi ke depan
akan semakin tajam, terarah, dan selaras dengan panduan Kemdiktisaintek.
Perwakilan
Tim FKP mengutarakan ambisi fakultas untuk meningkatkan partisipasi dalam Grant
dan Joint Research internasional. "Materi dari Kemdiktisaintek
ini sangat menginspirasi kami untuk lebih agresif dalam meraih Grant
Internasional. Bagi FKP, pendanaan global berarti percepatan inovasi riset,
seperti teknologi pengolahan pangan berkelanjutan. Dengan kolaborasi riset
internasional, kita memastikan bahwa solusi ketahanan pangan yang kita tawarkan
memiliki standar dan validitas global," ujar perwakilan tim kerjasama
FKP, menegaskan fokus FKP pada kualitas riset kelas dunia.
Fokus
FKP pada kemitraan global, terutama dalam Joint Research dan Grant
Internasional, berdampak langsung pada kualitas pangan yang dikonsumsi
masyarakat. Riset yang didanai global cenderung mengatasi masalah kompleks dan
menghasilkan inovasi yang lebih mutakhir. Hal ini memastikan bahwa teknologi
pertanian, pengolahan, dan ketahanan pangan yang diterapkan FKP di Indonesia
adalah yang terbaik, sehingga mampu menjamin keamanan dan kualitas pangan
nasional sesuai dengan standar global.
Melalui
FGD ini, FKP Unesa memantapkan langkahnya, tidak hanya sebagai fakultas yang
unggul di dalam negeri, tetapi juga sebagai pemain kunci di panggung global.
Dengan mengintegrasikan model kemitraan global yang berdampak dari
Kemdiktisaintek, FKP berkomitmen untuk terus meningkatkan Student Mobility,
Joint Research, dan Grant Internasional. Hal ini dilakukan demi
melahirkan ilmuwan pangan yang berwawasan luas, inovatif, dan mampu
menginspirasi terwujudnya kedaulatan pangan berkelanjutan di tingkat dunia.
Share It On: