Meneguhkan Mutu Pendidikan demi Kemakmuran Pangan: Langkah Strategis FKP UNESA dalam Menjaga Keseimbangan Ekologi dan Kesejahteraan Sosial
SURABAYA — Dalam upaya berkelanjutan untuk menyelaraskan kualitas
tata kelola akademik dengan kemakmuran masyarakat luas, Fakultas Ketahanan Pangan
(FKP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar agenda krusial pada Kamis
pagi, 16 Juli 2026. Pertemuan penting bertajuk Rapat Koordinasi Evaluasi
Kinerja dan Perkuliahan Periode Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 ini
diselenggarakan secara tatap muka di Ruang Auditorium FKP UNESA. Kegiatan ini
dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, serta tenaga kependidikan selingkung
fakultas untuk merefleksikan hasil capaian akademik semester genap sekaligus
merumuskan lompatan strategis bagi kemajuan institusi ke depan.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FKP UNESA, Prof. Nining Widyah Kusnanik yang mengawali sambutannya dengan memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi kolektif para dosen dan staf tenaga kependidikan sepanjang periode akademik semester gasal dan genap tahun 2025/2026. Keberhasilan nyata ditunjukkan melalui pencapaian integrasi data yang luar biasa, yakni kesempurnaan pengisian nilai mahasiswa sebesar 100% pada Executive Intelligence Dashboard UNESA serta tingkat pengisian KRS mahasiswa aktif yang menyentuh angka 99,8%. "Keberhasilan ini bukan sekadar deretan angka statistik di layar dasbor, melainkan wujud tanggung jawab moral kita kepada mahasiswa dan masyarakat. Kerja keras ini menjadi fondasi yang sangat kokoh dalam mempersiapkan proses akreditasi lima program studi kita dalam waktu dekat demi jaminan mutu pendidikan yang akuntabel," tutur Prof. Nining dengan penuh optimisme.

Setelah
serangkaian apresiasi, agenda dilanjutkan dengan paparan evaluasi perkuliahan
komprehensif oleh Wakil Dekan Bidang I (Akademik), Prof. Isnawati. Dalam
presentasinya, Prof. Isnawati mengupas tuntas dinamika serta capaian indikator
utama fakultas, mulai dari pemetaan rasio ideal dosen terhadap mahasiswa yang
saat ini berada di rata-rata 1:12, hingga tren pertumbuhan pendaftar yang
menempatkan FKP di posisi kedua tertinggi dalam Top 5 Growth Fakultas
UNESA tahun 2026 dengan 383 mahasiswa baru. Beliau juga memberikan perhatian
khusus pada akselerasi pemanfaatan Learning Management System (LMS) agar
target keaktifan materi, forum, tugas, dan nilai 100% dapat tercapai
sepenuhnya, serta mengawal proses administrasi peralihan akun cakupan
akreditasi Program Studi S1 Agribisnis Digital ke Lembaga Akreditasi Mandiri
Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM PTIP). "Kita harus bergerak cepat
membenahi setiap celah, termasuk mengawal surat pengajuan ke LAM PTIP untuk
Agribisnis Digital, meningkatkan keterlibatan mahasiswa di LMS, serta mendorong
publikasi jurnal internasional bereputasi dan capaian prestasi mahasiswa demi
reputasi global fakultas," tegas Prof. Isnawati secara detail.
Secara
substansial, rekonstruksi evaluasi akademik yang matang di internal FKP UNESA
ini memberikan implikasi logis yang kuat terhadap pemenuhan komitmen
pembangunan global berkelanjutan. Melalui analisis mendalam, kinerja manajemen
FKP ini selaras dengan minimal tujuh pilar utama pembangunan peradaban: Pendidikan
Berkualitas dibuktikan lewat evaluasi mutu LMS, rasio ideal dosen, dan
pemanfaatan ruang baca; Penghapusan Kelaparan serta Penghapusan
Kemiskinan diraih secara tidak langsung dengan melahirkan lulusan ahli
pangan terampil yang siap mengamankan rantai pasok nutrisi; Pekerjaan Layak
dan Pertumbuhan Ekonomi tercermin dari melonjaknya minat mahasiswa baru
yang percaya pada prospek cerah sektor agribisnis dan bioteknologi; Tata
Kelola Industri dan Inovasi terakomodasi melalui penguatan riset serta
publikasi jurnal internasional; Pengurangan Kesenjangan diwujudkan lewat
distribusi beasiswa internal fakultas yang tepat sasaran bagi 63 mahasiswa;
serta perlindungan terhadap Ekosistem Daratan yang menjadi ruh utama
kajian keilmuan biosains hewan, akuakultur, dan teknologi pangan di FKP guna
menjaga kelestarian alam nusantara.
Melihat
kontribusi nyatanya dari sudut pandang humanis, eksistensi keilmuan mutakhir di
FKP UNESA memegang peran yang sangat vital bagi hajat hidup orang banyak.
Ketika jajaran dosen berhasil menjaga integritas perkuliahan dan mempercepat
akreditasi program studi seperti S1 Bioteknologi, Biosains Hewan, Akuakultur,
Teknologi Pangan, dan Agribisnis Digital, maka masyarakat luarlah yang akan
memetik manfaat terbesarnya. Dampak nyata tersebut lahir ke tengah-tengah
publik dalam bentuk transfer teknologi pertanian presisi untuk petani kecil,
hilirisasi riset pangan lokal yang memperpanjang usia simpan pasca-panen,
hingga lahirnya wirausahawan muda digital yang mampu memotong rantai distribusi
pasar yang merugikan masyarakat. FKP UNESA membuktikan bahwa kualitas akademik
yang baik di dalam kampus akan selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan
hidup masyarakat di luar pagar kampus.
Melalui
ruang diskusi keluhan, saran perbaikan, dan penggalian ide kreatif yang
disediakan pada sesi akhir rapat koordinasi, seluruh civitas akademika FKP
saling bahu-membahu melontarkan solusi atas kendala teknis yang dihadapi selama
semester berjalan. Kebersamaan yang hangat ini memperlihatkan bahwa FKP UNESA
dikelola dengan pendekatan yang memanusiakan manusia, di mana suara setiap
dosen dan tenaga kependidikan didengar demi perbaikan sistem pengajaran secara
berkelanjutan. Evaluasi ini menjadi ruang kontemplasi bersama untuk tidak cepat
berpuas diri, melainkan menjadi pemantik energi baru untuk memperbaiki performa
aktivitas akademik pada semester berikutnya.
Rapat
koordinasi dan evaluasi kinerja semester genap ini pada akhirnya bukan sekadar
pemenuhan kewajiban administratif tahunan, melainkan sebuah manifestasi janji
mutu FKP UNESA untuk terus melangkah maju. Dengan fondasi data yang bersih,
komitmen akreditasi prodi yang terarah, dan semangat kebersamaan yang tinggi,
fakultas ini kian memantapkan posisinya sebagai kiblat inovasi ketahanan
pangan. Melalui sistem akademik yang terus disempurnakan, FKP UNESA siap
mendampingi setiap anak didik bertumbuh menjadi generasi visioner yang tidak
hanya cerdas di atas kertas, tetapi juga tulus mengabdi demi daulat pangan dan
kemakmuran bumi pertiwi.
Share It On: