Menabur Benih Inovasi, Memanen Masa Depan: FKP UNESA Unjuk Gigi di Jatim Expo dengan Teknologi Pangan Inovatif dan Ramah Lingkungan
SURABAYA – Kehangatan dan antusiasme luar biasa menyelimuti salah
satu sudut ruang pameran terbesar di Jawa Timur. Sejak pagi hingga malam hari
pada Kamis (04/06), Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) UNESA menunaikan amanah
besar dari universitas untuk mengisi stan pameran dalam ajang Edu School
& Campus Expo 2026. Kegiatan prestisius yang diinisiasi oleh Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Timur ini digelar mulai tanggal 3 hingga 7 Juni 2026
di Jatim Expo Surabaya. Memasuki hari kedua pameran, stan UNESA yang dikawal
oleh tim hebat FKP bertransformasi menjadi pusat perhatian utama bagi ratusan
siswa SMA sederajat dan masyarakat umum yang memadati area pameran.
Kehadiran
FKP UNESA dalam pameran ini bukan sekadar ajang promosi institusi, melainkan
pembuktian nyata bagaimana sains dan teknologi mampu diramu menjadi solusi
praktis bagi kehidupan sehari-hari. Berbagai produk inovatif hasil mahakarya
dari program studi selingkung FKP dipamerkan secara interaktif untuk memuaskan
rasa ingin tahu pengunjung. Mulai dari demonstrasi teknologi sederhana yang
aplikatif hingga produk biologi molekuler, semuanya disajikan dengan pendekatan
yang membumi. Stan FKP dipadati oleh para generasi muda yang penasaran dan
ingin tahu lebih dalam mengenai rumpun keilmuan unik yang berfokus pada
keberlanjutan hidup manusia ini.
Salah
satu produk yang paling menyedot perhatian adalah Aquadumber, sebuah
inovasi mutakhir dari Program Studi S1 Akuakultur. Produk ini mengaplikasikan
metode akuaponik portabel menggunakan bak air menggenang yang diisi ikan lele,
di mana pada bagian tutup bak dimodifikasi secara cerdas dengan lubang-lubang netpot
berisi tanaman produktif. Tidak kalah memukau, Prodi S1 Biosains Hewan
memamerkan cairan pengencer semen sapi berkualitas tinggi untuk mendukung
swasembada ternak, yang disandingkan dengan pajangan hasil tanam sayuran segar
berupa terong ungu berukuran prima langsung dari lahan percobaan FKP.
Keunggulan
riset FKP juga terpancar melalui keandalan hilirisasi dari Prodi S1
Bioteknologi yang memamerkan produk rumah tangga ramah lingkungan, seperti
sabun cuci piring dari ekstrak nanas, deodoran alami, hingga lilin aromaterapi
penenang pikiran. Sebagai pelengkap nutrisi, Prodi S1 Teknologi Pangan dan
Hasil Pertanian (TPHP) menyuguhkan produk olahan pangan fungsional berupa kopi
bubuk premium dan minuman termogenik serbuk siap seduh penambah imunitas tubuh.
Dosen Prodi S1 Bioteknologi, Ibu Shinta Wulansari yang berjaga dan dengan ramah melayani arus informasi pengunjung di stan pameran, mengungkapkan kebahagiaannya atas respons positif masyarakat.

"Melihat
binar mata para siswa saat mencium aroma sabun ekstrak nanas dan lilin aromaterapi
kami memberikan kebahagiaan batin yang luar biasa sebagai pendidik. Kami ingin
mengedukasi generasi muda bahwa bioteknologi bukanlah ilmu menara gading yang
kaku. Melalui produk-produk rumahan yang aman bagi ekosistem ini, FKP UNESA
ingin membuktikan bahwa inovasi ramah lingkungan dapat dimulai dari dapur kita
sendiri. Ini adalah langkah kecil kami untuk menginspirasi masyarakat agar
beralih ke gaya hidup yang lebih hijau dan selaras dengan alam," ujar Ibu
Shinta Wulansari dengan penuh ketulusan.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Program Studi S1 Akuakultur, Ibu Dr. Reni Ambarwati, yang juga ikut bersiaga di stan pameran hari kedua, menjelaskan esensi humanis di balik penciptaan teknologi pangan yang mereka pamerkan.

"Inovasi
seperti Aquadumber lahir dari empati kami terhadap keterbatasan lahan
perkotaan dan kebutuhan pemenuhan gizi keluarga secara mandiri. Dengan satu
alat sederhana ini, masyarakat bisa memanen protein hewani dari lele sekaligus
sayuran segar secara bersamaan di pekarangan rumah mereka. Melalui pameran dari
Dinas Pendidikan Jatim ini, FKP UNESA ingin menebar pesan harapan bahwa krisis
pangan masa depan bisa kita atasi bersama melalui kreativitas sains yang
inklusif dan mudah dipraktikkan oleh siapa saja," tutur Ibu Reni Ambarwati
dengan sangat inspiratif.
Dampak
keberadaan inovasi FKP bagi masyarakat luas melintasi berbagai perspektif
penting. Dari sudut pandang ekonomi domestik, produk seperti Aquadumber
dan sabun ekstrak nanas membuka peluang usaha mikro baru bagi ibu rumah tangga
untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Dari aspek ketahanan wilayah, cairan
pengencer semen sapi dan sayuran segar hasil panen FKP menjadi bukti bahwa
universitas hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga
pasokan pangan tetap stabil. Keunggulan FKP yang mampu memadukan sains terapan
dengan nilai kemanusiaan ini meyakinkan masyarakat bahwa UNESA adalah tempat
terbaik untuk menitipkan masa depan generasi penerus bangsa.
Secara fundamental, diseminasi produk inovatif di ruang publik ini merupakan manifestasi konkret dalam mendukung agenda pemenuhan hak-hak dasar manusia serta kelestarian bumi di tingkat global. Kegiatan edukatif ini berkontribusi langsung pada upaya menghapus kemiskinan melalui pengenalan peluang bisnis kreatif, mendukung visi mengakhiri kelaparan dan memperbaiki nutrisi lewat metode Aquadumber, serta menjamin kehidupan sehat dan sejahtera melalui minuman termogenik kesehatan. Lebih lanjut, pameran ini menyediakan edukasi pendidikan berkualitas yang inklusif bagi calon mahasiswa, mendorong pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi berbasis agroindustri, memacu industri, inovasi, dan infrastruktur pertanian terapan, serta mendorong pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab melalui pemanfaatan limbah nanas menjadi sabun organik.

Hari
kedua pameran di Jatim Expo pun ditutup dengan catatan manis berupa tingginya
angka interaksi dan ketertarikan para siswa untuk mendaftar ke FKP UNESA pada
tahun akademik ini. Di "Rumah Para Juara", setiap produk inovasi yang
dipamerkan adalah bukti komitmen bahwa sains tidak boleh berhenti di dalam
laboratorium, melainkan harus berjalan beriringan dengan denyut nadi kebutuhan
masyarakat. Melalui partisipasi gemilang dalam Edu School & Campus Expo
2026 ini, FKP UNESA telah berhasil menyalakan api inspirasi di hati para
calon pemimpin masa depan, siap mengawal kedaulatan pangan nasional dengan
karya yang humanis, unggul, dan membawa kemaslahatan bagi semesta.
Share It On: