Membuka Gerbang Dunia: Sinergi Akademis FKP Unesa Siapkan Prosiding Internasional Menuju Indeksasi Global demi Kemaslahatan Masa Depan
Di
tengah tuntutan global untuk terus melahirkan inovasi yang berdampak nyata,
Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali
menunjukkan taringnya di panggung akademik internasional. Pada Sabtu siang, 18
Juli 2026, atmosfer semangat membubung tinggi dalam ruang virtual Zoom, tempat
tim Jurnal FKP berkumpul. Gabungan dosen dari lima program studi selingkung FKP
ini melaksanakan rapat koordinasi krusial untuk melakukan submisi website
international conference resmi FKP, yaitu https://icobiosfs.unesa.ac.id ke
platform bereputasi global https://www.bio-conferences.org
. Langkah strategis ini diambil dengan pendampingan intensif dari Direktorat
Inovasi, Pemeringkatan, dan Publikasi Ilmiah Unesa, demi memastikan seluruh
rangkaian prosiding ilmiah yang diselenggarakan oleh FKP dapat menembus
indeksasi Scopus.
Rapat
koordinasi yang berlangsung produktif ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan
Bidang I FKP Unesa, Prof. Isnawati dan dipimpin langsung oleh Ketua Tim Jurnal
FKP, Bapak Muchamad Imam Asrori. Pertemuan daring ini bukan sekadar diskusi
rutin, melainkan sebuah lompatan besar yang membawa manfaat multi-dimensi bagi
masa depan fakultas. Jika pendaftaran ini diterima dan berhasil terindeks
Scopus, FKP Unesa tidak hanya akan memperkokoh eksistensinya di tingkat
nasional dan internasional, tetapi juga meningkatkan daya jual serta nilai
investasi pendidikan bagi calon mahasiswa baru. Lebih jauh lagi, rekognisi
dunia ini akan mempertegas dampak nyata keberadaan FKP bagi peradaban,
sekaligus mempermudah para dosen dalam memenuhi kewajiban Sistem Informasi One
Lecture One Document (SIOLOD).
Prof. Isnawati dalam sambutan pembukanya menyampaikan pesan yang sangat menggugah mengenai esensi dari perjuangan digital dan akademis ini. "Langkah menembus indeksasi global ini adalah bukti bahwa FKP Unesa tidak pernah berhenti bergerak maju. Kita tidak hanya sedang mendaftarkan sebuah website, melainkan sedang membuka gerbang bagi pemikiran-pemikiran transformatif dosen dan mahasiswa kita agar dapat diakses, diuji, dan dimanfaatkan oleh dunia internasional. Ketika dunia mengakui karya ilmiah kita, maka dampak keberadaan FKP dalam menjaga stabilitas dan inovasi masa depan akan semakin nyata dirasakan oleh masyarakat luas," tutur Prof. Isnawati dengan penuh kharisma dan optimisme.

Senada
dengan visi tersebut, Bapak Muchamad Imam Asrori selaku nakhoda Tim Jurnal FKP
menegaskan pentingnya konsistensi dan kerja sama lintas disiplin yang
ditunjukkan oleh perwakilan lima program studi. "Sinergi dari lima prodi
ini adalah kekuatan utama kita. Menembus Scopus melalui platform Bio-Conferences
membutuhkan standardisasi yang ketat, namun kami optimistis karena riset-riset
yang lahir dari rumpun ilmu pangan dan biologi di FKP memiliki keunikan yang
sangat dibutuhkan dunia saat ini. Selain mengangkat reputasi lembaga,
pencapaian ini secara internal akan sangat membantu rekan-rekan dosen dalam
pemenuhan kewajiban SIOLOD secara lebih bermartabat dan terukur," jelas
Bapak Imam Asrori, menggambarkan keseimbangan antara tanggung jawab profesi dan
kontribusi global.
Melalui
analisis mendalam, manifestasi kerja keras tim FKP Unesa ini secara tersirat
menjadi pilar penyokong yang kuat bagi agenda global untuk pembangunan
kemaslahatan bersama melalui tujuh indikator utama. Langkah publikasi
bereputasi ini secara langsung mendorong terwujudnya Pendidikan Berkualitas
serta mempercepat lahirnya Industri, Inovasi, dan Infrastruktur berbasis
riset pangan. Luaran ilmiah yang terindeks global ini juga menyediakan basis
data sains untuk mendukung program Tanpa Kelaparan, Kehidupan Sehat
dan Sejahtera, serta Penanganan Perubahan Iklim yang memengaruhi
ekosistem agraria. Melalui penyebaran ilmu ini, FKP turut andil dalam
menciptakan skema Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, yang
semuanya diakselerasi melalui fondasi Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
antara universitas dan lembaga indeksasi internasional.
Dari
perspektif keunggulan institusi, FKP Unesa berhasil membuktikan diri bahwa
mereka bukan sekadar menara gading yang sibuk dengan teori di dalam ruang
kelas. Keberadaan riset yang diakui dunia menjadi jaminan mutu bagi masyarakat
bahwa anak-anak yang menempuh pendidikan di FKP dididik oleh para pakar
bereputasi global. Dampak publikasi ini pada akhirnya akan kembali ke
masyarakat dalam bentuk solusi taktis: teknologi pangan yang lebih awet, sistem
pertanian yang adaptif terhadap cuaca ekstrem, hingga diversifikasi pangan
lokal yang padat gizi. Publik diajak melihat bahwa investasi pendidikan di FKP
Unesa adalah investasi nyata untuk mengamankan kehidupan generasi masa depan.
Melalui
keberhasilan integrasi dan internasionalisasi ini, FKP Unesa semakin
memantapkan posisinya sebagai kiblat baru dalam studi ketahanan pangan yang
humanis dan transformatif. Ruang virtual Zoom yang menjadi saksi bisu siang itu
telah mengonfirmasi bahwa keterbatasan fisik tidak menghentikan langkah para
dosen untuk membawa nama Indonesia ke puncak dunia. Dengan semangat gotong
royong dan ketajaman visi akademis, FKP Unesa siap menyambut era baru di mana
sains, teknologi, dan kepedulian kemanusiaan menyatu, menghadirkan kemakmuran
yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat dari tingkat lokal hingga global.
Share It On: