Membangun Ekosistem Akademis yang Aman dan Bahagia: Sesi Inspiratif PPIS UNESA Tebarkan Kesejahteraan Mental di PKKMB FKP 2026
SURABAYA — Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru
(PKKMB) Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
pada Selasa (18/8/2026) berlangsung semakin hangat dan bermakna. Sebagai
pembuka sesi materi inspiratif pertama, FKP UNESA menghadirkan Kepala Seksi
Prevensi dan Intervensi Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis
(PPIS) UNESA ibu Putri Aisyiyah Rachma Dewi. Di hadapan hampir 500 ksatria muda
pangan angkatan 2026 yang memenuhi pelataran fakultas, kehadiran PPIS UNESA
bertujuan untuk memperkenalkan peran vital direktorat dalam mengawal ruang aman
kampus mulai dari pencegahan kekerasan seksual, perundungan, hingga
perlindungan kesehatan mental. Menggunakan gaya penyampaian yang interaktif,
segar, dan komunikatif, sesi ini berhasil mencairkan suasana PKKMB menjadi
ruang belajar yang penuh dengan senyum dan tawa gembira.
Materi
yang diusung berfokus pada pentingnya menjaga well-being atau
kesejahteraan psikologis dan sosial mahasiswa selama menempuh perjalanan studi
di perguruan tinggi. Melalui simulasi ringan dan diskusi santai, Putri Aisyiyah
mengajak para mahasiswa baru untuk memahami bahwa keberhasilan akademik yang
unggul harus ditopang oleh lingkungan yang aman, inklusif, serta kesehatan
mental yang terjaga. FKP UNESA menyadari betul bahwa calon inovator pangan masa
depan tidak hanya membutuhkan ketajaman intelektual dalam riset agribisnis dan
akuakultur, tetapi juga ketahanan mental yang tangguh serta rasa saling peduli
antar sesama civitas akademika sejak hari pertama menapakkan kaki di kampus.
Dalam
pemaparannya, Kepala Seksi Prevensi dan Intervensi PPIS UNESA, Putri Aisyiyah
Rachma Dewi menekankan komitmen institusi untuk terus menjadi benteng
perlindungan bagi seluruh mahasiswa:
"Perjalanan
di perguruan tinggi adalah masa transisi yang indah sekaligus menantang. UNESA
melalui PPIS hadir untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun mahasiswa FKP yang
berjuang sendirian di kampus ini. Kuliah harus dijalani dengan rasa aman,
bahagia, dan penuh dukungan (well-being). Ketika mental kalian sehat dan berada
di lingkungan yang bebas dari segala bentuk kekerasan, maka potensi serta
inovasi terbaik kalian untuk kemajuan kedaulatan pangan bangsa akan terpancar
secara maksimal."
Secara
fundamental, pembekalan well-being dan pengenalan ruang aman kampus ini
menjadi bukti nyata komitmen FKP UNESA dalam mendukung berbagai indikator
sasaran pembangunan global yang berkesinambungan. Upaya menjaga kesehatan
mental dan kesejahteraan mahasiswa berimplikasi langsung pada peningkatan
kualitas hidup akademisi (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), yang diimbangi dengan
penyediaan akses pendidikan tinggi yang aman, inklusif, dan adil (Pendidikan
Berkualitas). Edukasi prevensi yang disampaikan PPIS secara tegas menghapus
potensi diskriminasi serta kekerasan berbasis gender di lingkungan kampus (Kesetaraan
Gender), sekaligus menciptakan ruang belajar yang kondusif untuk mendukung
kesiapan lulusan memasuki dunia kerja yang produktif (Pekerjaan Layak dan
Pertumbuhan Ekonomi). Di sisi lain, iklim kampus yang ramah dan saling
menghargai ini efektif mereduksi ketimpangan sosial di antara mahasiswa (Berkurangnya
Ketimpangan), memperkuat tata kelola lembaga yang akuntabel, damai, dan bebas
dari kejahatan psikologis (Perdamaian, Keadilan, dan Lembaga yang Tangguh),
yang seluruhnya terwujud atas kolaborasi harmonis antara fakultas dan unit
layanan strategis universitas (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Keberadaan
FKP UNESA yang tidak hanya berfokus pada keunggulan riset pangan, tetapi juga
sangat memperhatikan aspek kemanusiaan dan kesejahteraan mental mahasiswanya,
menegaskan posisinya sebagai fakultas yang adaptif dan berdampak luas. Dengan
membentuk generasi akademisi yang sehat secara intelektual maupun emosional,
FKP UNESA siap melahirkan SDM unggul yang memiliki empati tinggi terhadap
masyarakat. Lulusan yang tumbuh dari lingkungan yang aman dan bahagia ini kelak
diharapkan mampu turun ke lapangan dengan hati yang tulus dalam mendampingi
para petani, peternak, dan pembudidaya ikan demi mewujudkan kesejahteraan
bangsa yang berkelanjutan.
Share It On: