Inovasi Limbah Kakao Antar Mahasiswa FKP Unesa Raih Predikat Terbaik Nasional: Wujud Nyata Penguatan Sektor Peternakan dan Kelestarian Bumi
SURABAYA — Rasa bangga dan haru menyelimuti Civitas Akademika
Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), khususnya
Program Studi S1 Biosains Hewan, pada Senin (27/7/2026). Prestasi gemilang
tingkat nasional berhasil ditorehkan oleh Muhammad Faisal Choirul Huda, mahasiswa
S1 Biosains Hewan angkatan 2025, yang sukses menyabet Juara 1 dalam Lomba Esai
Tingkat Nasional pada kegiatan Inspire Writing yang diselenggarakan oleh
Duta Inspirasi Library Batch 21 di bawah naungan Kementerian Pemuda dan
Olahraga (Kemenpora) RI. Melalui karya ilmiah yang lugas dan solutif, Faisal
membuktikan bahwa gagasan muda dari kampus mampu menjawab tantangan ekologis
dan pertanian berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.
Kemenangan
bernilai tinggi ini lahir dari gagasan brilian bertajuk "DARI LIMBAH
MENJADI SOLUSI: PEMANFAATAN KULIT KAKAO SEBAGAI SUMBER POLIFENOL UNTUK MITIGASI
EMISI GAS METANA MENUJU PETERNAKAN DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN
MOJOKERTO". Di bawah bimbingan tekun dosen S1 Biosains Hewan, Dr. Siti
Zubaidah, Faisal merumuskan formulasi pemanfaatan limbah kulit kakao yang kaya
akan polifenol untuk menekan emisi gas metana dari ternak Ruminansia di wilayah
Mojokerto. Gagasan ini berfokus pada perspektif keunggulan keilmuan biosains
hewan di FKP Unesa yang mengawinkan riset ketahanan pangan, sains lingkungan,
dan pemberdayaan potensi daerah, sehingga limbah yang tadinya tidak bernilai
guna dapat disulap menjadi suplemen pakan ramah lingkungan.
Langkah
solutif ini menyuarakan semangat kepedulian sosial dan kepemimpinan intelektual
muda FKP Unesa yang humanis. Faisal mengungkapkan bahwa dorongan utamanya
menulis esai ini adalah keprihatinan atas permasalahan limbah perkebunan dan
dampak emisi terhadap iklim yang dirasakan langsung oleh masyarakat peternak.
"Saya terpanggil untuk menunjukkan bahwa keilmuan biosains hewan tidak
hanya berputar di ruang kelas atau laboratorium, tetapi harus hadir memberikan
jawaban konkret bagi para peternak di lapangan agar usaha mereka lebih
produktif sekaligus ramah bagi bumi," tutur Faisal penuh semangat. Senada
dengan mahasiswanya, Dr. Siti Zubaidah mengapresiasi tinggi konsistensi riset
riset berorientasi dampak ini. "Prestasi ini menegaskan bahwa keunggulan
FKP Unesa terletak pada kepekaan akademisinya terhadap isu lingkungan. Kami terus
mendorong mahasiswa untuk melahirkan inovasi yang menyentuh akar rumput demi
kesejahteraan peternak lokal," ungkap Dr. Siti Zubaidah.
Karya
esai berbasis pemanfaatan limbah organik ini secara nyata berkontribusi
langsung pada pencapaian berbagai target indikator pembangunan berkelanjutan
global. Inovasi ini menyokong upaya pengentasan kemiskinan dan pemenuhan
ketahanan pangan dengan meningkatkan efisiensi pakan ternak warga, yang secara
simultan menunjang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dari penurunan polusi
emisi. Lebih jauh, keberhasilan ini merefleksikan kualitas pendidikan berbasis
keahlian biosains mutakhir di FKP Unesa, menciptakan dorongan bagi pekerjaan
layak dan pertumbuhan ekonomi di kawasan pedesaan. Pengolahan limbah kakao
secara bijak ini menjadi wujud nyata pola produksi dan konsumsi yang
bertanggung jawab sekaligus aksi nyata mengatasi perubahan iklim.
Keberadaan
Fakultas Ketahanan Pangan Unesa terus membuktikan diri sebagai oase inovasi
yang memberi manfaat luas dari berbagai sudut pandang mulai dari ekologi,
ekonomi masyarakat, hingga pengembangan sumber daya manusia unggul. Ke depan,
FKP Unesa berkomitmen untuk mengawal gagasan-gagasan solutif ini agar tidak
berhenti di atas kertas ilmiah belaka, melainkan dapat diimplementasikan secara
bertahap di tengah masyarakat. Melalui semangat kebersamaan, riset yang berdaya
guna, dan dedikasi tanpa henti, FKP Unesa melangkah mantap menjaga ketahanan
pangan nasional sekaligus merawat kelestarian lingkungan demi masa depan
Indonesia yang lebih cerah dan berkelanjutan.
Share It On: