FKP UNESA Jajaki Kolaborasi Internasional dengan Edith Cowan University untuk dorong Implementasi SDGs di Bidang Ketahanan Pangan
Perth, Australia – Upaya memperkuat ketahanan pangan
nasional membutuhkan kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin ilmu.
Semangat tersebut mendorong Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Universitas Negeri
Surabaya (UNESA) menjalin kerja sama akademik dan penelitian dengan Edith Cowan
University (ECU) Australia melalui program International Academic
Matchmaking and Research Collaboration yang berlangsung di Perth,
Australia, pada 1–3 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis UNESA dalam memperluas jejaring internasional sekaligus membuka peluang pengembangan riset yang mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan. Delegasi FKP UNESA dipimpin oleh Prof. Nining Widyah Kusnanik, bersama Khoiriyatun Widyastuti yang melakukan serangkaian pertemuan dengan akademisi dan peneliti dari Edith Cowan University.

Salah satu agenda utama adalah diskusi
dengan Prof. Ferry Jie, akademisi yang memiliki kepakaran di bidang manajemen
rantai pasok, operasional, dan keberlanjutan agribisnis. Dalam pertemuan
tersebut, kedua institusi membahas peluang pengembangan penelitian bersama
terkait sistem pangan berkelanjutan, transformasi digital sektor agribisnis,
ketahanan rantai pasok pangan, hingga penguatan ketahanan pangan perkotaan.
Dekan Fakultas Ketahanan Pangan UNESA,
Prof. Nining Widyah Kusnanik, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran
penting dalam menghasilkan inovasi berbasis riset untuk menjawab berbagai
persoalan pangan yang semakin kompleks.
“Ketahanan pangan tidak lagi menjadi isu
lokal, tetapi telah menjadi tantangan global. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi
internasional yang mampu mempertemukan berbagai perspektif dan keahlian untuk
menghasilkan solusi yang lebih komprehensif,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama dengan Edith Cowan
University diharapkan dapat membuka peluang publikasi internasional, pertukaran
pengetahuan, pengembangan kapasitas peneliti, hingga lahirnya inovasi yang
dapat diterapkan dalam pembangunan sektor pangan di Indonesia.
Selain membahas agenda riset bersama, kedua institusi juga menjajaki kemungkinan pelaksanaan program profesor tamu, mobilitas mahasiswa, serta pembentukan pusat penelitian kolaboratif yang berfokus pada inovasi sistem pangan dan agribisnis berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat internasional.

Kerja sama ini sejalan dengan Program
EQUITY yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
Republik Indonesia bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program
tersebut bertujuan memperluas akses kolaborasi akademik internasional yang
inklusif serta meningkatkan kapasitas riset dan inovasi perguruan tinggi
Indonesia.
Melalui kemitraan ini, UNESA berharap dapat
berkontribusi lebih besar dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek ketahanan pangan, pendidikan
berkualitas, inovasi, dan kemitraan global. Lebih jauh, kolaborasi tersebut
diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan dan inovasi praktis yang
mendukung pembangunan sektor pangan Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan di
tengah dinamika global yang terus berkembang.
Share It On: