Filosofi Catur untuk Kedaulatan Pangan: Kebijakan Strategis dan Kepemimpinan Berkelanjutan di PKKMB FKP UNESA 2026
SURABAYA — Semangat belajar ratusan mahasiswa baru Fakultas
Ketahanan Pangan (FKP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kian bergelora pada
sesi kedua Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), Selasa
(18/8/2026). Bertempat di pelataran FKP UNESA, Surabaya, sekitar 500 ksatria
muda pangan menyimak materi kepemimpinan strategis yang dibawakan langsung oleh
Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., M.B.A.
(Kang Marhaen). Sesi bertajuk “Membangun Karakter Mahasiswa sebagai Fondasi
Kepemimpinan” yang berlangsung pagi ini diwarnai antusiasme tinggi dari para
mahasiswa peserta PKKMB. Banyak di antara mereka yang aktif mengajukan
pertanyaan untuk menimba ilmu, pengalaman, serta strategi kepemimpinan publik
langsung dari sosok kepala daerah yang dikenal dekat dengan sektor pertanian
tersebut.
Dalam
pemaparannya yang begitu hidup dan inspiratif, Kang Marhaen membawa analogi
taktik permainan catur ke dalam konteks navigasi kepemimpinan dan pengambil
keputusan di bidang ketahanan pangan. Beliau menegaskan bahwa di atas papan
catur maupun dalam pengelolaan sektor pangan, tidak ada satu pun langkah yang
berdiri sendiri; setiap bidak yang digerakkan hari ini akan menentukan posisi
serta hasil akhir di masa depan. Mahasiswa FKP UNESA dituntut tidak hanya
menguasai kemampuan teknis agronomi, agribisnis, atau akuakultur, melainkan
juga wajib melatih ketajaman intuisi dalam membaca dinamika perubahan iklim,
rantai pasok, teknologi digital, hingga kebutuhan gizi masyarakat demi
memastikan keputusan yang diambil tetap berpihak pada kemaslahatan publik.
Di hadapan peserta yang menyimak penuh tumpu perhatian, Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi menyampaikan pesan penting mengenai relevansi antara visi karakter kepemimpinan dengan masa depan pangan bangsa:

"Sebab,
sebagaimana dalam permainan catur, keputusan hari ini dapat menjadi penentu
posisi dan hasil yang akan dihadapi pada masa mendatang. Seorang pemimpin
kedaulatan pangan tidak cukup hanya memiliki kewenangan, tetapi harus matang
dalam membaca keadaan, mengantisipasi risiko, serta berani mengambil keputusan
dengan integritas tinggi. Kalian di FKP UNESA harus tumbuh menjadi generasi
SIAP: Smart, Innovative, Adaptive, dan Professional yang tidak hanya pandai
menghafal teori, tetapi juga sanggup membaca masa depan dan ikut membentuknya
demi memastikan setiap jengkal tanah rakyat memberikan kehidupan."
Kehadiran
sosok pimpinan daerah dalam pembekalan ini sejalan dengan komitmen fundamental
FKP UNESA untuk terus melahirkan SDM yang berdaya saing global sekaligus
menguatkan capaian berbagai sasaran pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
Penyiapan karakter kepemimpinan generasi muda di bidang agribisnis dan
akuakultur menjadi penggerak utama pengentasan kemiskinan di perdesaan (Tanpa
Kemiskinan), yang berorientasi langsung pada pemenuhan nutrisi dan penyediaan
bahan pangan berkelanjutan (Tanpa Kelaparan). Penguatan kapasitas intelektual
mahasiswa baru yang berbasis riset terapan memantapkan standar tinggi peradaban
akademis (Pendidikan Berkualitas), sekaligus membuka peluang penciptaan
lapangan kerja hijau (green jobs) bagi pertumbuhan ekonomi daerah (Pekerjaan
Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Di samping itu, dorongan terhadap lahirnya
terobosan agriteknologi ramah lingkungan mempercepat modernisasi infrastruktur
pertanian (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), yang secara konsisten
mengurangi jurang ketimpangan sejahtera antara masyarakat desa dan kota (Berkurangnya
Ketimpangan) melalui sinergi strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah
daerah (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Penanaman
karakter kepemimpinan berbasis filosofi catur ini semakin mempertegas
keunggulan akademis FKP UNESA yang tidak hanya fokus pada transfer ilmu
pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga pada pembentukan pola pikir strategis,
taktis, dan solutif. Dengan memadukan kecerdasan intelektual, kepekaan sosial,
serta keberanian mengeksekusi inovasi hijau, FKP UNESA siap membina para
mahasiswa baru untuk menjadi katalisator perubahan yang mampu mengurai kompleksitas
krisis pangan di tingkat lokal maupun global.
Sebagai
institusi pendidik ksatria pangan, FKP UNESA membuktikan komitmennya untuk
menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat luas dari berbagai perspektif.
Lulusan FKP UNESA yang ditempa dengan filosofi kepemimpinan ini diproyeksikan
hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai pendamping setia para petani dan
peternak, penggerak efisiensi rantai pasok lokal, serta perumus kebijakan yang
berkeadilan. Melalui kolaborasi erat bersama pemerintah daerah seperti
Kabupaten Nganjuk, FKP UNESA terus melangkah mantap menjaga kedaulatan bumi
pertiwi agar setiap piring rakyat Indonesia terjamin keanekaragaman dan
keberlanjutannya.
Share It On: