Akselerasi Kurikulum Masa Depan: FKP UNESA Siapkan Generasi Adaptif Melalui Transformasi Pendidikan Berbasis Luaran
SURABAYA — Pendidikan tinggi yang berdaya saing tidak hanya diukur
dari apa yang diajarkan di dalam kelas, melainkan dari bagaimana lulusannya
mampu menghadirkan solusi konkret atas tantangan global di masyarakat. Bergerak
dinamis mewujudkan visi tersebut, Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) UNESA
menggelar workshop intensif bertajuk Penyusunan Rencana Pembelajaran
Semester (RPS) berbasis Outcome Based Education (OBE) pada Rabu pagi, 15
Juli 2026. Kegiatan krusial yang dipusatkan di Ruang Auditorium FKP UNESA
Kampus Moestopo ini diselenggarakan secara hybrid, menghubungkan puluhan
dosen selingkung fakultas baik yang hadir secara fisik maupun melalui ruang
virtual Zoom untuk menyatukan frekuensi demi mutu pendidikan yang
berkelanjutan.
Kurikulum
berbasis Outcome Based Education (OBE) sendiri merupakan sebuah
paradigma pendidikan yang memfokuskan seluruh proses pembelajaran pada apa yang
nyata-nyata bisa dilakukan oleh mahasiswa setelah lulus. Berbeda dengan
pendekatan tradisional yang berbasis masukan (input), OBE menuntut
perancangan kurikulum secara mundur (backward design) dimulai dari
penargetan kompetensi kerja dan kebutuhan masyarakat, baru kemudian diturunkan
menjadi materi kuliah. Hal ini menjadi sangat penting karena memastikan setiap
mata kuliah di FKP memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan industri pangan
nasional, mengurangi kesenjangan keterampilan (skills gap), serta
memastikan investasi pendidikan para mahasiswa berbuah pada kesiapan karier
yang matang di ranah profesional.
Momentum perubahan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FKP UNESA, Prof. Nining, yang memberikan suntikan motivasi mendalam bagi seluruh dosen yang hadir. Beliau menegaskan bahwa langkah ini adalah bukti nyata komitmen fakultas dalam memosisikan diri sebagai pionir pendidikan terapan. "Fakultas Ketahanan Pangan tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan zaman. Dengan mentransformasi RPS kita ke arah berbasis luaran (OBE), kita sedang memastikan bahwa setiap ilmu yang dialirkan di ruang-ruang kelas adalah peluru inovasi yang siap digunakan mahasiswa untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat ketika mereka lulus kelak," tutur Prof. Nining dengan penuh optimisme dan semangat humanis.

Guna
mengupas tuntas langkah taktis implementasinya, workshop ini menghadirkan pakar
pendidikan sekaligus Sekretaris Senat UNESA, Dr. Sifak Indana, sebagai
narasumber utama. Dalam paparannya yang komprehensif, beliau menguraikan
panduan praktis penyusunan RPS yang dirunut secara logis dari visi dan misi
program studi, model pembelajaran, metode interaktif, hingga indikator
penilaian yang transparan. "Menyusun kurikulum masa depan berarti kita
harus fokus pada kapabilitas mahasiswa. Kita memetakan langkah demi langkah
agar indikator penilaian tidak lagi sekadar angka di atas kertas ujian,
melainkan representasi dari kemampuan berpikir kritis, keterampilan
laboratorium, dan kepekaan sosial mahasiswa dalam memecahkan krisis pangan
nyata," jelas Dr. Sifak Indana secara mendalam.
Secara
substansial, rekonstruksi kurikulum berbasis luaran yang diinisiasi oleh FKP
UNESA ini menjadi bukti empiris yang selaras dengan pemenuhan agenda
pembangunan global berkelanjutan. Melalui standarisasi pendidikan tinggi ini,
FKP secara simultan mendukung penghapusan kemiskinan dan kelaparan
dengan mencetak ahli pangan yang siap mengamankan rantai pasok nutrisi
masyarakat. Proses pembelajaran yang inklusif ini juga menjamin pendidikan
berkualitas yang mempromosikan kesetaraan gender dalam akses
keilmuan, sekaligus mendorong terciptanya pekerjaan layak dan pertumbuhan
ekonomi bagi para alumni. Lebih dari itu, luaran riset mahasiswa yang
berbasis masalah nyata akan berkontribusi pada pembangunan industri,
inovasi, dan infrastruktur pangan yang kokoh, demi menjaga kehidupan di
atas landasan ekosistem daratan Indonesia yang lestari melalui tata kelola
pertanian yang berkelanjutan.
Melihat
dampak keberadaannya dari kacamata sosial, keunggulan keilmuan mutakhir di
Fakultas Ketahanan Pangan UNESA memegang peranan krusial bagi hajat hidup orang
banyak. Ketika para dosen berhasil mengawinkan teori akademik dengan kebutuhan
praktis masyarakat melalui RPS yang adaptif, masyarakat luaslah yang akan
memanen hasilnya. Dampak nyatanya akan lahir melalui transfer teknologi pangan
tepat guna ke desa-desa, pendampingan petani lokal untuk meningkatkan nilai jual
hasil panen, hingga penyediaan solusi nutrisi alternatif yang terjangkau bagi
pemenuhan gizi keluarga. FKP UNESA membuktikan diri bukan sekadar tempat
menuntut ilmu, melainkan episentrum kebaikan yang denyut nadinya dirasakan
langsung oleh masyarakat jelata.
Rapat
kerja dan workshop penyusunan RPS berbasis OBE ini pada akhirnya bukan sekadar
agenda rutin birokrasi, melainkan sebuah lompatan besar bagi masa depan FKP
UNESA. Dengan kurikulum yang berorientasi pada masa depan, fakultas ini terus
memantapkan langkahnya sebagai institusi pencetak pemimpin dan inovator pangan
sejati. Pintu inovasi telah diketuk, dan melalui persiapan akademik yang matang
ini, FKP UNESA siap membimbing setiap mahasiswanya bertumbuh menjadi pahlawan
kemanusiaan yang membawa kemakmuran bagi bumi pertiwi.
Share It On: